Esau Pantau Budidaya Rumput Laut di Pulau Auki

Ekonomi 11 Apr 2026 20:13 2 min read 129 views By Padim

Share berita ini

Esau Pantau Budidaya Rumput Laut di Pulau Auki
Foto : Eru/waironnews.com

Biak, Waironnews.com. – Potensi kelautan di Kabupaten Biak Numfor, khususnya di wilayah Distrik Padaido, terus digarap secara profesional demi meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Esau Rumkabas, tenaga ahli pengelolaan rumput laut, yang secara rutin turun langsung ke lokasi budidaya untuk memantau dan merawat tanaman rumput laut di Pulau Auki. (Sabtu, 04/04/2026).

 

Lahan budidaya yang dikelola Esau memiliki ukuran sekitar 50 x 50 meter, terletak di perairan dangkal Pulau Auki yang dikenal memiliki kualitas air yang jernih dan arus laut yang stabil yang merupakan kondisi ideal untuk pertumbuhan rumput laut berkualitas tinggi.

 

Sebagai tenaga ahli, Esau bertanggung jawab penuh mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit hingga pemantauan harian agar tanaman tumbuh optimal dan bebas dari hama maupun penyakit. 

 

"Setiap hari saya harus mengecek kondisi tali ris, kerapatan bibit, serta kebersihan sekitar lahan. Jika ada tanaman yang layu atau terkontaminasi, harus segera diambil tindakan agar tidak menular ke tanaman lain," ujar Esau saat dikonfirmasi via seluler.

 

Ia menjelaskan bahwa pemantauan rutin sangat penting mengingat faktor alam seperti suhu air, salinitas dan arus laut bisa berubah sewaktu-waktu dan memengaruhi hasil panen. 

 

Dalam proses perawatan, Esau menerapkan metode yang disesuaikan dengan kondisi lokal namun tetap mengikuti standar pengelolaan berkelanjutan. Ia memastikan tali ris terpasang kokoh, bibit tersebar merata dan tidak ada sampah laut yang menumpuk di sekitar lahan. 

 

Selain itu, ia juga memberikan edukasi ringkas kepada warga sekitar tentang cara menjaga kualitas air agar budidaya rumput laut tetap lestari dalam jangka panjang.

 

Lahan seluas 2.500 meter persegi ini diharapkan bisa menghasilkan panen rumput laut yang stabil setiap 45–60 hari sekali. Hasilnya nanti tidak hanya akan memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga berpotensi dikirim ke luar daerah.

 

Esau berharap keberhasilan di Pulau Auki bisa menjadi contoh bagi warga lain untuk mulai mengembangkan budidaya rumput laut secara terarah dan profesional.

 

"Jika kita rajin merawat dan mengelola dengan baik, rumput laut bisa menjadi sumber penghasilan utama yang menjanjikan. Saya siap mendampingi dan berbagi ilmu agar budidaya ini makin maju di Biak Numfor," tambah Esau dengan semangat.

 

Langkah yang dilakukan Esau ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor kelautan sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir, sehingga potensi kekayaan laut dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kemajuan ekonomi daerah.

 

Padim.

Wairon News
Chat with us on WhatsApp