Pesona Pulau Owi Memikat Wisatawan Mancanegara di FBMW 2026

Pariwisata 05 Jul 2026 16:41 3 min read 7 views By HDK

Share berita ini

Pesona Pulau Owi Memikat Wisatawan Mancanegara di FBMW 2026
Foto : HDK/Waironnews.com.

Biak, Waironnews.com -- Keindahan alam yang berpadu dengan jejak sejarah Perang Dunia II di Pulau Owi, Kabupaten Biak Numfor, Papua, meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan mancanegara yang mengikuti rangkaian Tour Wisata Padaido dalam Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026.

 

Kunjungan ke kawasan Tanjung Sauw Andar, Pulau Owi, Jumat (3/7/2026), menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para pelancong asal Jerman dan Selandia Baru.

 

Mereka mengaku menemukan perpaduan harmonis antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan nilai sejarah yang autentik.

 

Gary, wisatawan asal Jerman yang kini menetap di Filipina, mengaku keputusannya datang ke Biak merupakan salah satu keputusan terbaik yang diambilnya tahun ini. Ia mengetahui informasi mengenai Festival Biak Munara Wampasi saat berada di Manila dan memutuskan untuk berkunjung secara spontan.

 

"Saya mendapat informasi tentang festival ini saat berada di Filipina. Datang ke Biak adalah keputusan terbaik yang saya ambil tahun ini. Pulau Owi sangat indah, masyarakatnya ramah, dan perpaduan wisata alam serta situs sejarah perang di sini sungguh luar biasa," ujar Gary.

 

Menurut dia, pengalaman menyaksikan langsung bentang alam Pulau Owi dan situs sejarah peninggalan Perang Dunia II memberikan kesan emosional yang tidak dapat digantikan oleh foto maupun video.

 

Kesan mendalam juga dirasakan Alistair McGregor, wisatawan asal Selandia Baru yang kini bermukim di Australia. Bersama rekan-rekannya, ia mengunjungi bekas landasan pacu yang dibangun pasukan Amerika Serikat di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur pada masa Perang Dunia II.

 

"Hari ini kami dapat melihat langsung landasan pacu yang dibangun pasukan Amerika. Ini adalah bukti sejarah yang nyata," ujar Alistair.

 

Bagi mereka, situs bersejarah tersebut bukan sekadar objek wisata, melainkan pengingat perjalanan sejarah dunia yang kini menjadi simbol perdamaian dan pembelajaran bagi generasi masa kini. Alistair, yang telah tiga kali mengunjungi Biak, juga mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat setempat. Menurutnya, kehangatan warga Biak menjadi daya tarik utama yang sulit ditemukan di berbagai destinasi wisata lainnya.

 

"Ini adalah salah satu tempat paling ramah di dunia. Masyarakat di sini menerima kami dengan tulus. Kami merasa dihargai bukan sebagai wisatawan, tetapi sebagai sesama manusia," katanya.

 

Para wisatawan mancanegara tersebut turut mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui Festival Biak Munara Wampasi 2026. Namun, mereka berharap promosi destinasi wisata Biak dapat diperkuat melalui platform digital internasional agar semakin dikenal oleh wisatawan global.

 

Mereka menilai potensi wisata sejarah, budaya, dan bahari yang dimiliki Biak Numfor sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan kelas dunia. Keaslian budaya masyarakat, keindahan alam Kepulauan Padaido, serta jejak sejarah Perang Dunia II menjadi kekuatan utama yang perlu terus dijaga dan dipromosikan.

 

Pengalaman yang dirasakan Gary, Alistair, dan wisatawan lainnya menjadi bukti bahwa tema FBMW 2026, "Elok Alamku, Pesona Budayaku", tidak sekadar slogan, melainkan gambaran nyata tentang kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang dimiliki Biak Numfor.

 

HDK

Wairon News
Chat with us on WhatsApp