Papua Raih Runner-up Nasional pada Kategori Musik Pop Gereja di Pesparawi Nasional XIV, Judi Wanma: Menjadi Kebanggaan dan Pelajaran Berharga
Biak, Waironnews – Kontingen Papua mencatat prestasi membanggakan pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Salah satu capaian terbaik yang diraih adalah keberhasilan menjadi runner-up nasional pada kategori Musik Pop Gereja, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Biak Numfor di tingkat nasional.
Ketua Kontingen Pesparawi Papua, Drs. Judi Wanma, M.Si, mengatakan bahwa pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV tidak hanya meninggalkan prestasi, tetapi juga pengalaman, pelajaran, dan kenangan berharga bagi seluruh kontingen.
Hal tersebut disampaikan Judi Wanma saat diwawancarai di ruang kerjanya di Biak, Rabu (1/7/2026), usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. Menurutnya, keberhasilan yang diraih kontingen Biak Numfor merupakan anugerah Tuhan yang didukung oleh kerja keras seluruh peserta, pelatih, ofisial, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan masyarakat.
"Kami bersyukur kepada Tuhan karena sejak persiapan di Kabupaten Biak Numfor, keberangkatan ke Manokwari, hingga seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional XIV dapat berjalan dengan baik. Berbagai tantangan yang dihadapi dapat dilalui karena kasih dan pertolongan Tuhan," ujar Judi Wanma.
Ia menjelaskan, dalam Pesparawi Nasional XIV, Provinsi Papua mengikuti 12 kategori lomba, sedangkan Kabupaten Biak Numfor berpartisipasi dalam enam kategori. Dari enam kategori yang diikuti, Biak Numfor berhasil meraih lima medali emas dan satu medali perak.
Prestasi yang paling membanggakan, lanjutnya, adalah keberhasilan kategori Musik Pop Gereja yang berhasil meraih posisi juara kedua atau runner-up tingkat nasional, berada di bawah kontingen Provinsi Maluku.
"Kategori Musik Pop Gereja merupakan penampilan perdana kami di tingkat nasional. Kami sangat bersyukur karena mampu meraih posisi runner-up nasional. Selain itu, beberapa kategori lainnya juga berhasil masuk dalam lima besar dan sepuluh besar nasional," jelasnya.
Judi Wanma menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, khususnya Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua DPRK, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh kepada kontingen selama mengikuti Pesparawi Nasional XIV.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga perhatian dan pendampingan langsung selama pelaksanaan kegiatan di Manokwari," katanya.
Ia menambahkan, kehadiran pimpinan daerah di lokasi pelaksanaan menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta.
Atas nama kontingen, Judi Wanma juga menyampaikan penghargaan kepada Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), para pelatih, dirigen, ofisial, tim doa, para pendeta, serta seluruh peserta yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran demi menyukseskan keikutsertaan Kabupaten Biak Numfor di ajang nasional tersebut. Menurutnya, Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk memuliakan Tuhan melalui puji-pujian.
"Pesparawi mengajarkan bahwa kita tidak hanya memuji Tuhan saat perlombaan berlangsung, tetapi harus terus memuliakan nama Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan bertakhta di atas puji-pujian umat-Nya, sehingga kita harus memuji-Nya dengan roh, akal budi, dan kerendahan hati," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia nasional, panitia Provinsi Papua Barat, panitia lokal Kabupaten Manokwari, para liaison officer (LO), tim medis, serta pihak gereja yang telah menerima dan melayani kontingen selama berada di Manokwari.
Secara khusus, Judi Wanma mengapresiasi keluarga besar GBI Penuai bersama Pendeta Eben Haezer yang telah memberikan dukungan, pelayanan, dan tempat tinggal bagi kontingen Kabupaten Biak Numfor selama pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
Meski berhasil meraih berbagai prestasi, Judi Wanma menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah tujuan utama dalam Pesparawi. Menurutnya, seluruh hasil yang diperoleh harus menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk menghadapi Pesparawi tingkat Provinsi Papua Tahun 2027 yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Kepulauan Yapen.
"Juara bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana pengalaman ini menjadi hikmah dan pembelajaran agar kita dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi pada Pesparawi tingkat Provinsi Papua tahun 2027 di Kepulauan Yapen," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Biak Numfor yang telah memberikan dukungan dan doa selama kontingen mengikuti Pesparawi Nasional XIV.
"Kami percaya bahwa doa dan dukungan masyarakat Biak Numfor menjadi kekuatan bagi seluruh peserta. Kami telah memberikan penampilan terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Bagi kami, yang paling penting adalah kami telah memuji dan membesarkan nama Tuhan dengan sepenuh hati," tutupnya
HDK
Related Articles