DPRK Biak - Tim Peneliti IPDN Diskusikan Penguatan Peran Perempuan di Politik Lokal
Biak, Waironnews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor menerima kunjungan tim peneliti dari Fakultas Politik Pemerintahan (FPP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membahas peran perempuan dalam politik lokal di Kabupaten Biak Numfor. Pertemuan berlangsung di Ruang Transit DPRK Biak Numfor, Selasa (9/6/2026).
Tim peneliti IPDN yang hadir terdiri dari Karolina R.S. Wenggi, Martenci Antomina Gedi, dan Dedy Pribadi Uang. Penelitian yang dilakukan mengangkat tema “Peran Perempuan dalam Politik Lokal di Biak Numfor: Representasi Substantif atau Formalitas Politik.”
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRK Biak Numfor, Mintje Anna Yawan. Dalam diskusi yang berlangsung, ia menegaskan bahwa kehadiran perempuan di dunia politik harus lebih dari sekadar memenuhi kuota keterwakilan. Menurutnya, perempuan perlu mengambil peran strategis dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Mintje menjelaskan bahwa karakteristik sosial, budaya, dan adat yang hidup di tengah masyarakat Biak Numfor menjadi aspek penting dalam pelaksanaan tugas legislatif. Karena itu, isu pemberdayaan perempuan, perlindungan hak-hak masyarakat adat, serta peningkatan kesejahteraan keluarga harus mendapat perhatian yang seimbang dalam proses perumusan kebijakan.
“Perempuan yang berada di lembaga legislatif harus mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun perlindungan hak-hak adat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya implementasi kebijakan afirmatif keterwakilan perempuan sebesar 30 persen agar tidak hanya menjadi persyaratan administratif, tetapi benar-benar membuka ruang bagi perempuan yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan komitmen dalam proses pengambilan keputusan.
Selain di bidang politik, Mintje mendorong agar perempuan memperoleh kesempatan yang sama untuk menempati posisi-posisi strategis dalam birokrasi pemerintahan sesuai kemampuan dan prestasi yang dimiliki. Menurutnya, keseimbangan gender perlu diwujudkan melalui sistem yang memberikan peluang setara bagi laki-laki dan perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, tim peneliti IPDN menyampaikan apresiasi atas keterbukaan DPRK Biak Numfor dalam mendukung kegiatan penelitian. Mereka berharap hasil kajian ini dapat memberikan gambaran mengenai sejauh mana keterlibatan perempuan dalam politik lokal berpengaruh terhadap proses pengambilan kebijakan dan pembangunan masyarakat.
Sebagai lembaga pendidikan di bawah Institut Pemerintahan Dalam Negeri, IPDN terus mendorong lahirnya penelitian yang dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah maupun lembaga legislatif dalam menyusun kebijakan yang lebih inklusif.
Audiensi tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi dan kalangan legislatif dalam memperkuat partisipasi perempuan di dunia politik.
Di akhir pertemuan, Mintje Anna Yawan berharap ke depan keterwakilan perempuan di Biak Numfor tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga semakin kuat dari sisi kualitas kepemimpinan dan kontribusinya terhadap kemajuan daerah.
(HDK)
Related Articles